Rabu, 28 Maret 2012

Facebook Syndrome dan Cara Meredamnya

Media sosial seperti Facebook telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang gemar mengutak atiknya, bahkan sudah mengarah ke gejala kecanduan.

Facebook sendiri memang telah berstatus sebagai situs jejaring sosial terpopuler di dunia. Jumlah pengguna aktif website besutan Mark Zuckerberg ini tercatat di kisaran 840 juta. Banyak di antara mereka ketagihan mengaksesnya setiap hari.

Hingga muncullah istilah Facebook Addiction Disorder (FAD) atau kerap disebut Facebook Syndrome untuk menyebut mereka yang sudah terlalu kecanduan. Apa saja gejalanya? Berikut beberapa di antaranya sepertidetikINET kutip dari socialhubnotes, Selasa (27/3/2012):

- Menghabiskan sangat banyak waktu di Facebook dan mengabaikan aktivitas lainnya, termasuk aktivitas sosial.
- Pemikiran cemas dan berlebihan mengenai apa yang tertulis di wall Facebook.
- Menciumi halaman Facebook kekasih.
- Tidak menjawab panggilan ponsel dan membalas email, menyuruh pengirim menghubungi via Facebook saja.
- Stres jika tidak diadd oleh teman tertentu di Facebook.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kecanduan semacam itu membuat hidup tidak produktif di samping semakin terasing dari masyarakat di sekitar. Lalu bagaimana mengurangi gejala kecanduan tersebut? Berikut beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan:

- Mengaku dan sadar memiliki gejala kecanduan Facebook dan mau menerima sejumlah solusi.
- Menulis berapa jam yang dihabiskan di Facebook dan mencanangkan target untuk menurunkan jumlah waktu tersebut. 
- Menyadari ada banyak hal atau hobi yang lebih bermanfaat ketimbang Facebookan.
- Matikan notifikasi Facebook via email untuk mencegah godaan mengunjungi Facebook.
- Jika perlu, non aktifkan saja account Facebook.


Sumber